Pentingnya Memahami Setting Kamera

Memahami setting kamera

Salah satu belajar fotografi, sekaligus memahami kamera kita adalah dengan terus mencoba (melakukan eksperimen) dengan setting kamera yang berbeda-beda dan memahami efek atau dampak foto yang dihasilkan. Ini terbukti merupakan SALAH SATU cara “Learning by Doing” yang AMPUH…!

Contoh kasus baru saja yang saya alami, baru-baru ini saya belajar memotret Human Interest dengan format hitam putih, maka setting kamera saya rubah menjadi “Monochrome” style, menambah sharpness, contrast dan menambahkan filter color “Red” dan menggunakan / menambahkan filter warna “Red”. Shooting mode “Manual” (speed & aperture manual) dengan ISO “auto”. Format RAW & JPG normal.

Ini dampak foto dan setting diatas, yaitu

  1. Setting monochrome (picture style) – maka setiap bidikan, walaupun saya hanya setting RAW saja, maka hasilnya akan terlihat monochrome setiap melihat di kamera.
  2. Setting penambahan “sharpness” dan “contrast” – karena saya memotret hitam putih, dimana ketajaman dan kontras harus dilebihkan, maka hasil foto pasti lebih menarik dibanding ukuran “normal” / “default”
  3. Filter color “red” (merah) – karena saya memotret orang yang menonjolkan kedalaman warna kulit coklat (orang asia), maka filter “red” bisa menambahkan contrast dan kedalaman warna kulit orang asia ini dalam format foto hitam putih.
  4. Setting “Manual”, karena saya menggunakan lensa zoom dan memotret orang, maka saya ingin bebas merubah baik “speed” maupun “aperture”, tanpa harus memikirkan / merubah ISO lagi. Perubahan “speed” dan “aperture” tergantung “scene” / keadaan saat kita memotret.
  5. Format “RAW dan JPG normal”, agar kita dapat memproses lebih leluasa dengan RAW jika diperlukan, sedangkan untuk foto-foto yang sudah baik hasilnya, cukup menggunakan JPG yang sudah ada, agar lebih efektif dan cadangan disamping RAW file.

Saya akan coba paparkan beberapa TAHAPAN dengan apa yang saya lakukan selama ini agar hasil akhir fotonya lebih baik dan itu SUDAH TERBUKTI, inilah tahapan nya:

  1. SUBYEK dan OBJECT – cobalah memahami subyek dan obyek apa yang kita potret agar hasil foto nya baik. Contohnya foto pemandangan / landscape, cobalah amati foto-foto kawan-kawan “landscaper” yang “wow” dan indah. Misal: warna dalam dengan saturasi tinggi, motion blur pada ombak laut / air terjun, kejelasan gambar yang fokus dari foreground sampai background, dll. Begitupun foto jenis lain, misal foto makro, foto model, foto still life, dll. Cobalah memahami foto seperti apa yang kita inginkan.
  2. RUBAH SETTING KAMERA – dari pemahaman subyek dan obyek yang kita foto, maka cobalah untuk merubah setting kamera dan mempraktekan langsung agar tujuan hasil akhir bisa tercapai. Dicatat semua diatas buku catatan kecil atau “note” di smartphone anda. Dimana menu-menu di kamera anda itu merubahnya. Misalnya merubah ketajaman, merubah saturasi warna, merubah format foto RAW dan JPG, metering, focusing, dll
  3. MENGAMATI HASIL FOTO – Setelah merubah setting kamera dan mengunggah ke komputer / laptop, cobalah lihat dan amati dampak foto yang dihasilkan, maka kita akan semakin paham tentang apa yang kita inginkan agar foto bisa lebih baik dan menarik.

Itulah secuil pengalaman saya, maaf… mungkin kebanyakan kawan-kawan sudah memahami, anggaplah ini sebagai “reminder” saja. Setajam apapun sebuah pisau, toh akhirnya akan tumpul juga jika tidak diasah.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat,

Sad Agus Photography, ©Copyright 2018.

Official Website http://sadagus.com