Pengaruh & Perbandingan Konversi foto warna ke hitam putih

Article Cover
Pengaruh konversi foto warna ke hitam putih

Saya akan coba berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang konversi foto berwarna ke foto hitam putih. Tulisan ini bersifat “Teknis” dan “Dasar”. Mengingat tulisan ini panjang, maka saya akan bagi menjadi tiga bagian; yaitu: BAGIAN PERTAMA adalah Pengaruh dan Perbandingan METODE konversi dengan Adobe Camera Raw dan Adobe Photoshop. BAGIAN KEDUA adalah panduan dasar memotret hitam putih dengan kamera digital. BAGIAN KETIGA: Post processing – konversi digital foto berwarna ke foto hitam putih.

BAGIAN PERTAMA

Saya mencoba bereksperimen dan ingin mempraktekan sendiri bagaimana pengaruh warna (foto berwarna) terhadap perubahan (konversi) menjadi hitam putih (foto). Sebelum saya mempraktekan terhadap foto sesungguhnya, maka saya akan buat kotak-kotak enam (6) warna dasar yaitu Biru, Cyan, Hijau, Kuning, Magenta dan Merah; untuk di “convert” ke hitam putih dengan metode yang berbeda. Dalam metode ini, saya membatasi hanya menggunakan Adobe Camera Raw dan Adobe Photoshop – tanpa plugin. Dengan harapan agar kita bisa lebih memahami bagaimana pengaruh warna dasar terhadap proses konversi nya. Didalam Adobe Camera Raw, metode PERTAMA saya merubah Enam Warna Dasar dengan “Convert to Gray Scale” yang di “Normal” kan, yaitu dengan memberikan nilai 0 (nol) setiap channel (lihat di tengah). Metode KEDUA saya merubahnya dengan me “non aktif” kan Saturasi dengan menarik tingkat saturasi sampai -100 (lihat kanan). Perbandingan dari kedua metode Adobe Camera Raw ini dapat dilihat di gambar bawah ini.

RGB_ACR_method
Konversi dengan Adobe Camera Raw

Sedangkan melalui Adobe Photoshop, metode KETIGA saya merubah Enam Warna Dasar dengan memberikan adjustment “Desaturate” – hasilnya agak mengejutkan saya karena SEMUA kolom menjadi “50% Grey”…! kenapa? karena Adobe photoshop “merata-ratakan” dari keseluruhan enam warna dasar, hasilnya 50% grey. Metode KEEMPAT, masih dengan Adobe Photoshop, yaitu dengan memberikan adjustment Black & White dengan setting Auto. Dan yang terakhir, metode KELIMA, menambahkan adjustment dengan Gradient Map (hitam putih). Perbandingan ketiga metode Adobe Photoshop ini dapat dilihat di bawah.

RGB_Photoshop_BW
Konversi dengan Adobe Photoshop

Dengan dasar ini, maka dapat disimpulkan bahwa (1) Setiap warna dasar mempunyai hasil (kontras dan zona) yang berbeda pada masing-masing proses konversi, sehingga (2) Secara umum TIDAK ADA metode konversi TERBAIK bagi setiap foto. Kenapa? Karena setiap foto mempunyai tonal warna yang berbeda tergantung dari banyak faktor; antara lain kontras, cahaya, color temperature (Camera White Balance), sensor kamera, dll. Belum lagi, hasil akhir yang kita inginkan, misal ada yang ingin high contrast, low contrast, high key, low key atau kombinasi dari itu semua. Maka itu semua kembali kepada kita sendiri, metode mana yang terbaik yang sesuai dengan foto dan keinginan kita.

Jika ada koreksi atau penambahan, silahkan dicantumkan pada komentar. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Insya Allah, bersambung ke BAGIAN KEDUA.

Sad Agus Photography, ©Copyright 2017.

http://sadagus.com