Metering Kamera Digital

Metering-Modes
Mode Metering

Apakah metering itu?

Metering adalah istilah pengukuran exposure / tingkat cahaya pada kamera digital, sehingga kamera dapat menentukan kecepatan rana (shutter speed), diafragma lensa (aperture) dan ISO (sensivity) secara otomatis, yang tergantung dari intensitas cahaya yang diterima oleh sensor kamera. Metering kamera digital adalah jenis “Reflected” metering, yaitu pengukuran cahaya yang memantul dari obyek yang terlihat melalui lensa kamera, jadi sebenarnya bukanlah pengukuran cahaya sebenarnya. Jenis metering yang kedua adalah “Incident” metering adalah pengukuran cahaya yang diukur langsung pada obyek yang terkena cahaya, jadi jenis pengukuran kedua ini adalah pengukuran intensitas cahaya yang sebenarnya, sering disebut juga “true metering”. Dapat menggunakan alat pengukur portable yang disebut light meter.

Mode Metering

Ada tiga mode metering pada kamera digital, yaitu

  1. Matrix (Nikon) atau Evaluated (Canon) metering, pengukuran nya dilakukan seluruah frame yang sudah dibagi beberapa segmen grid (kotak-kotak), tiap kotak tersebut memberikan informasi data daerah gelap (shadow) dan daerah terang (highlight), kemudian dari rata-rata tiap segmen / kotak tersebut, maka dihitung rata-rata berapa intensitas cahaya keseluruhan, untuk menentukan exposure. Perhitungan dengan rumus nya sangat rumit dan berbeda dari merek kamera yang berlainan.
  2. Centre Weighted metering, pengukuran intensitas cahaya yang diterapkan pada daerah tengah frame saya, sekitar 75% atau sedikit lebih dari area frame keseluruhan. Banyak fotografer yang sering bergantung pada mode metering ini. Yang perlu diperhatikan bahwa subyek nya yang diukur haruslah berada ditengah frame.
  3. Spot Metering adalah pengukuran intensitas cahaya dari satu titik / bagian kecil dari keseluruhan frame, mungkin hanya sekitar 5% dari keseluruhan frame. Pada kamera digital modern, titik pengukuran tersebut dapat ditempatkan sesuai dengan kebutuhan, dalam hal ini adalah titik fokus. Jadi jika menggunakan mode metering ini, sesungguhnya titik fokus kamera adalah titik pengukur exposure nya. Mode ini sangat akurat namun begitu juga ada kekurangan nya dan bisa mengakibatkan foto yang dihasilkan malah terlalu over exposure atau sebaliknya under exposure.

Tombol metering dapat dijumpai pada setiap kamera digital dari berbagai merek, dan tombol ini sering menjadi “korban” dari design-design pergantian model kamera, karena kalah penting dengan tombol-tombol lain nya seperti tombol ISO, fokus, preview dan menu misalnya.

Penentuan dan aplikasi tiap mode metering

Matrix / Evaluated Metering akan efektif saat kita memotret dengan scene yang bersifat lebih seragam dan luas, seperti misalnya landscape / bentang alam, foto barang / produk / obyek yang cenderung mempunyai tekstur seragam, misalnya pakaian. Sedangkan foto jenis portrait, fashion, model dan sifatnya yang lebih umum dapat menggunakan mode Center Weighted, dianjurkan juga memakai mode ini jika kita bingung menentukan dan lebih ama. Spot Metering, akan efektif jika digunakan pada foto-foto yang lebih detail seperti macro, detail produk, still life, dimana diperlukan pengukuran cahaya pada daerah tertentu.

IDR_6268_small

Kesalahan dan Penyimpangan

Kesalahan pengukuran dapat terjadi saat kita menggunakan mode yang tidak tepat pada scene tertentu, misalnya saja kita memotret sunset atau sunrise menggunakan Spot Metering, yang diukur pada daerah foreground dan cenderung gelap, maka foto yang dihasilkan akan over exposure karena mengukur kamera akan menaikkan exposure nya berdasarkan intensitas cahaya dari “spot gelap”, sama halnya saat memotret wajah, menggunakan spot metering bisa menyebabkan kesalahan exposure, karena spot bisa diletakkan pada rambut, pipi atau daerah lainnya yang mempunyai intensitas cahaya yang berbeda. Begitupun saat memotret pemandangan yang mempunyai tonal warna cerah, seperti gurun, atau salju, maka intensitas cahaya dari kamera yang diukur dengan matrix / evaluated metering sebaiknya diturunkan 1x – 2x stop agar gurun atau salju tidak terlalu terang hasilnya. Misalnya dari kamera digital ditentukan f/2.8, maka sebaiknya diturunkan menjadi f/5.6.

20e44-graphic
Tombol Metering

Kesalahan bisa saja terjadi, apalagi bagi para fotografer pemula dan belum memahami jenis metering dan penggunaannya. Yang terbaik adalah selalu melihat histogram saat setelah memotret, karena dari histogram lah kita mengerti jika terjadi kesalahan.

Catatan: Pada merek CANON, ada mode metering yaitu “Partial metering”, sebetulnya sama dengan Spot metering, hanya daerah yang diukur lebih besar / luas.

Semoga bermanfaat,

Sad Agus Photography, ©Copyright 2017.

Official Website http://sadagus.com