Mengapa “Sunrise” LEBIH BAIK dari “Sunset”

Bromo
Mount Bromo Sunrise ~ EXIF: 35mm, 1secs, f/16, ISO100 @ 5.36AM.

Banyak kawan-kawan “Landscaper” suka foto “sunset”; mungkin lebih banyak foto-foto “sunset” ketimbang “sunrise”, karena memang bangun diawal pagi buta membutuhkan tekad dan semangat yang tinggi; saat “sunrise” LEBIH BAIK dibanding sunset.

Dari pengalaman saya dan membaca dari beberapa artikel; dibawah ini beberapa kelebihan / keuntungan mengapa “Sunrise” lebih baik dari “Sunset”, yaitu:

(1) Udara lebih BERSIH & lebih SEHAT, saat malam dimana matahari tidak bersinar, tidak ada penguapan, tidak ada polusi udara karena tidak adanya kegiatan malam, membuat udara lebih bersih dan tentu saja foto yang dihasilkan akan lebih jernih (crispy) dan tajam saat pagi. Udara pagi juga membuat badan kita lebih sehat, perhatikan orang-orang pedesaan berumur lebih panjang dibanding orang yang di kota karena di pedesaan lebih banyak menghirup udara sehat.

(2) Minim “HAZE” ~ Haze adalah kenampakan foto “buram” karena banyak nya uap air di udara akibat dari penguapan permukaan air laut, daratan oleh sinar matahari saat siang. Haze akan minim sekali di saat pagi dan ini berbeda dengan sifat kabut pagi. Haze mengurangi ketajaman foto.

Pasir berbisik
Pasir Berbisik. EXIF: 27mm, 1/30secs, f/10, ISO100 @ 9:41AM

(3) Minim ORANG ~ Sudah banyak pengalaman kawan-kawan “Landscaper” saat memotret di tempat wisata khususnya, seperti air terjun, pantai, Candi. Bayangkan saat moment yang indah yang tidak bisa kita bidik disebabkan banyak aktifitas orang, belum lagi ada yang selfie, berlarian, berpacaran. Sebaliknya saat pagi hari saat sunrise, minim aktifitas orang banyak, kalaupun ada hanya sedikit yg mungkin bisa saja “dihilangkan” (Clone) saat post processing.

(4) KESEMPATAN lebih banyak ~ kesempatan memotret moment saat pagi akan jauh lebih banyak karena di negara kita yang tropis, memotret sampai jam 10 pagi masih bisa menghasilkan foto-foto yang baik.

(5) Cahaya pagi mempunyai tonal warna bersifat lebih “DINGIN” (cooler), karena saat pagi sedikitnya cahaya yang terpantul pada partikel uap air di udara maka akan menghasilkan warna lebih “kebiruan” dan lebih lembut. Itulah mengapa foto-foto sunset banyak yang berwarna “panas” kemerahan, lebih “keras” (contrast besar), tapi saat sunset bisa menghasilkan warna yang lebih kaya dan bervariasi. Sebetulnya Sunset mempunyai beberapa tahapan dan bagaimana dampak dari warna, dynamic range dari foto yang kita tangkap, namun begitu tahapan sunset bisa kita bahas di artikel lain.

(5) Memanfaatkan keindahan KABUT PAGI merupakan moment tersendiri, dimana bisa terekam dari tempat bidikan yang tinggi, contoh yang cukup mudah dan spektakuler adalah pemandangan Gunung Bromo, dimana kabut pagi akan memenuhi Kaldera sekitar Gunung Batok dan mengalir di lereng sisi timur. Keindahan kabut pagi dibelahan bumi tropis memang luar biasa keindahannya. Begitupun tempat lain, seperti spot “Riyadi” di Prambanan, spot “Setumbu” di Borobudur, dll.

Selamat bangun pagi dan tetap semangat.

Sad Agus Photography, © Copyright 2017.
Official Website ~ http://sadagus.com
Foto Gunung Bromo tahun 2013, EXIF: 24mm, 13secs, f/11, ISO100.