Memproses foto hitam putih di era digital

ACR processing
Adobe Camera Raw Conversion

Mungkin beberapa dari penggemar foto hitam putih di era digital saat ini, ada yang tidak pernah mengalami proses di era analog, dimana era analog proses akhir (post processing) jauh lebih sulit dan lama dibandingkan dengan era digital. Yang pasti keunggulan teknologi digital dalam proses akhir adalah CEPAT…!

File asli

Sebelum membicarakan cara “Post Processing” foto hitam putih secara digital, ada baiknya kita mengingat kembali bagaimana format file asli nya, sehingga hasil akhir nya optimal. File “mentah” yang akan diproses SEBAIKNYA dalam:

  1. Format RAW, agar detail daerah shadow sampai highlight terekam dengan baik.
  2. ISO serendah mungkin, walaupun beberapa pandangan bahwa “noise” tinggi memberikan efek bagus pada hitam putih, seperti halnya “grain” pada era analog dulu. Perlu diketahui bahwa “noise” di era digital berbeda dengan “grain” di era analog, singkat saja bahwa noise muncul akibat sebagian pixel sensor tidak mampu merekam cahaya yaitu pada daerah shadow (gelap), sehingga muncul perbedaan berupa titik-titik halus di bagian shadow foto. Sedangkan “grain” pada era analog muncul akibat reaksi kimia saat proses pencucian dan pencetakan media film, sehingga muncul nya grain pada daerah semua tone satu foto analog dari shadow sampai highlight secara merata. Maka di era digital kenampakan “noise” sering dianggap suatu “kesalahan” atau ‘kekurangan”.
  3. Histogram utuh, jangan biarkan daerah shadow atau highlight terpotong oada kurva histogram, agar kita bisa lebih leluasa untuk memproses nya tanpa kehilangan detail kedua daerah tersebut. Misalnya kita menginginkan foto “high key” maka kita tidak ingin daerah shadow kehilangan detail saat kita menaikan exposure melalui curve atau level. Begitu pula sebaliknya, hindari kehilangan detail highlight jika menginginkan jenis foto “low key” saat kita menurunkan exposure.

Post Processing dengan Adobe Camera Raw

Banyak sekali cara untuk memproses RAW file foto menjadi foto hitam putih, sehingga saya hanya membatasi dengan menggunakan Adobe Camera Raw dan Adobe Photoshop saja. Perlu dicatat, bahwa proses koreksi dan perubahan yg sifatnya mendasar seperti pada foto berwarna sudah dilakukan, seperti koreksi distorsi lensa, exposure, noise reduction, curve, KECUALI “sharpening”; Sharpening dalam proses digital SEHARUSNYA dilakukan pada akhir proses sebab sharpening relatif tidak merubah dan berakibat pada proses yg dihasilkan sebelumnya.

  1. Adobe Camera Raw, konversi yang digunakan adalah dengan “Convert to Gray Scale”, caranya masuklah ke menu tab “HSL/Grayscale” > checked (klik pada kotak) Convert to Grayscale”, aturlah channel masing-masing warna ke kanan (terang) atau kekiri (gelap). Misalnya jika foto asli dengan langit biru, maka untuk mengatur exposure biru kangit dengan menggeser slider channel warna biru, begitupun dengan warna lainnya. Usahakan untuk tidak melakukan perbedaan drastis antara channel warna diatas dan dibawahnya, untuk menghindari munculnya bagian tone “artifact”.
  2. Contrast adjustment, pengaturan kontras dapat dilakukan dengan cara (a) dodging & burning, melalui “Adjustment Brush” DAN/ATAU (b) slider basic contrast & clarity DAN/ATAU (c) adjustment tone curve dg merubah titik parameter daerah midtone dan shadow.
  3. Sharpening, ini adalah proses perubahan terakhir sebelum di “Convert” ke hasil akhir dalam format JPG, TIFF atau PNG. Klik pada menu tab “Detail” > tambahkan / geser ke kanan untuk slider “Amount” dan “Detail” sesuai dengan keinginan. Penggeseran slider Amount dan Detail ini, hendaknya sambil menahan tombol “Alt” (Windows) atau “Opt” (Mac), sehingga bisa terlihat di layar seberapa besar perubahan yang diharapkan.
  4. Save Final Image, Caranya adalah klik pada menu icon “Save Image…” di kiri bawah pada Adobe Camera Raw > maka akan terbuka Jendela kotak dialog, pilih dan isi lokasi folder, nama dan format file foto yang akan diinginkan.  Dalam kotak jendela dialog “Save Option” yang perlu diperhatikan adalah “Quality” > berikan nilai maksimum yaitu 12, biarkan “Image Sizing” tidak di centang (unchecked) agar proses export sesuai dengan ukuran aslinya, kecuali memang dibutuhkan. Sedangkan “Output Sharpening” pilih “Standard” saja, ingat kita sudah melakukan proses Sharpening sebelumnya, jangan sampai foto jadi terlalu tajam (over). Lalu Klik > Save, untuk memproses hasil akhir. Tunggulah sebentar sampai proses selesai, bisa dilihat adanya lingkaran panah yang berputar-putar pada pojok kiri bawah.
  5. Selesai. Hasil file output akhir dapat diihat pada folder yang seperti ditentukan pada “Save Option” diatas.

Sebagai catatan, setiap proses yang dilakukan pada setiap foto RAW tidak akan merubah file RAW. Setting yang dilakukan sebelumnya akan disimpan dalam file khusus “XML” yang terpisah dengan nama yang sama file foto nya, misalnya foto RAW anda Dsc001.NEF, maka setting Adobe Camera Raw akan tersimpan sebagai Dsc001.XML.

Post Processing dengan Adobe Photoshop

BW convert_PS
BW convertion Adobe Photoshop

Siapkan file JPG berwarna, baik hasil dari konversi dari Adobe Camera Raw atau dari kamera yang sudah siap untuk di rubah ke foto hitam putih. Perlu diketahui, bahwa saya akan menambahkan tips “Dodging & Burning”, agar kontras foto lebih natural dan menonjol. Konversi foto hitam putih yang dicontohkan disini metode “Gradient Map”, yang saya anggap cukup sederhana, mudah dan baik.

Caranya sebagai berikut:

  1. Bukalah file foto berwarna (asumsi file eksistensi JPG, 8Bits Channel RGB) dengan Adobe Photoshop, maka di layer akan terlihat layer “Background”.
  2. Rubahlah layer background menjadi layer biasa dengan “double click” pada layer background ketikkan nama layer > klik ok. ATAU dengan menekan > Menu > Layer > New > Layer from Background > ketik nama layer misal “Layer 0” > klik Ok.
  3. Membuat Layer “Burn”, dengan cara tambahkan Adjustment Layer CURVE diatas Layer 0, rename layer tersebut dengan “Burn” agar lebih mudah dalam processing nya. Buatlah pola kurva melengkung keatas dengan menarik satu titik / point adjustment di daerah midtone sedikit kebawah (lihat gambar), tampak foto terlihat lebih gelap. Klik pada layer mask dan tekan CTRL-I (Windows) atau CMD-i (Mac) untuk membalikkan warna layer mask dari putih menjadi hitam.
  4. Membuat Layer “Dodge”, dengan cara sama seperti membuat layer “Burning” dan rename layer menjadi “Dodge”. Pola kurva yang dibuat melengkung kebawah (over exposure), lakukan perubahan warna layer mask dengan CTRL-i (Windows) atau CMD-i (Mac).
  5. Setting Brush, yaitu menentukan setting brush dengan ukuran yang diinginkan dan “Hardness” nya “0%” (nol), opacity antara 30% – 50%, agar proses brushing lebih halus. Pastikan set warna brush adalah putih.
  6. Brushing untuk “Burning”, adalah memberikan sapuan pada daerah yang ingin digelapkan, caranya klik pada layer mask di layer “Burn”, klik “B” atau klik pada icon “Brush” yang sudah di setting seperti diatas. lakukan penyapuan pada bagian yang ingin lebih digelapkan.
  7. Brushing untuk “Dodging”, adalah memberikan sapuan pada daerah yang ingin diterangkan, sama seperti cara “Burning”, lakukan brushing pada daerah yang ingin dibuat lebih terang.
  8. Setelah melakukan “Dodging & Burning” diatas, maka tambahkan Adjustment layer > Gradient Map di posisi layer paling atas, Pilihlah warna gradient “black to white” (hitam di kiri bergradasi putih di kanan) dengan cara klik pada kotak gradient di Properties (lihat gambar), maka akan muncul jendela kotak dialog, pilihlah jenis di gradient “Black & White” (lihat gambar). Biarkan jendela dialog ini tetap terbuka (Jangan klik OK dulu)
  9. Mengatur kontras melalui Gradient Map, klik pada “bar” hitam (dikiri), tahan dan geser ke kanan sedikit, klik “bar” putih (dikanan), tahan dan geser ke kiri sedikit. Pergeseran tersebut hendaknya sambil melihat perubahan pada kontras di foto, sesuaikan pergeseran dengan kontras yang diinginkan. Setelah sesuai barulah klik > Ok.
  10. Cobalah lakukan eksperimen / percobaan dengan menggeser kurva pada layer “Dodge” dan “Burn” dan merubah gradient map, sampai hasil nya sesuai dengan yang kita inginkan. Setelah itu, lakukan penggabungan layer dan menyatukan dengan klik Menu > Layer > Flatten Image. Simpan sebagai file nama lain >  Menu > File > Save As…
  11. Selesai.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sad Agus Photography, ©Copyright 2017.

http://sadagus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *