Langkah Long Exposure

Pantai Watubolong
EXIF: 14mm, 67″, f/8, ISO100, RAW single shot on tripod.

Long exposure photography maksudnya memotret bentang alam dengan menggunakan shutter speed yg cukup lama, sehingga menghasilkan efek “motion” obyek yg bergerak menjadi halus dan menarik, misalnya permukaan air laut, air terjun, air mancur, awan, letusan gunung, dll.

Berikut urutan langkah-langkah bagaimana memotret “long expsure”:

1. Cuaca dan waktu: perhatikan ramalan cuaca, arah matahari terbit atau tenggelam, pilihlah waktu yg tepat, sore hari (sunset) atau pagi (sunrise). Datanglah beberapa jam ke lokasi sebelum memotret untuk mempersiapkan peralatan dan menentukan lokasi yg tepat.

2. Pasanglah tripod, cable release triger, filter holder di titik lokasi pemotretan. Jangan pasang filter teelebih dahulu.

3. Mulailah menentukan komposisi dan focusing dg hyperfocal distance yg sudah dipahami dan ditentukan. Jika sudah fokus, kuncilah fokus tersebut dengan merubah ke Manual Focus. Rule of thumb titik fokus adalah pada bidang 1/3 dari batas frame bawah.

4. Setting exposure, pasanglah filter Gradual ND, gunakan shooting mode “manual” atau “Aperture Priority”. Dianjurkan menggunakan aperture f/8 atau lebih kecil, f/11, f13, f/16, tergantung hyperfocal distance nya yg sudah diketahui pada langkah no.3 diatas. Lakukan “test shot” dan check histogram, jangan sampai daerah highlight (terang) histogram terpancung atau terpotong. Kurangi nilai EV (exposure compensation value) jika diperlukan.

5. Pasanglah filter ND, jika memakai filter ND8 atau lebih terang mungkin kamera masih bisa menentukan shutter speed secara otomatis, tapi jika menggunakan filer lebih kuat / lebih gelap seperti ND16, ND64, ND1000 maka harus dihitung secara manual, misal shutter speed tanpa filter 1/15detik untuk filter ND1000 (koefisien gelapnya 1024), maka shutter speed yg dibutuhkan 1/15 x 1024 = 68detik.

6. Shutter “BULB”, dalam keadaan normal sesudah dipasang filter, biasanya shutter speed yg dibutuhkan lebih dari 30detik, sehingga kita harus merubah shutter speed ke “Bulb”.

7. Jangan rubah nilai ISO dan aperture, saatnya melakukan bidikan LONG EXPOSURE dg menggunakan “cable release trigger” atau remote trigger untuk mencegah adanya getaran kecil dan menutup jendela bidik utk mencegah adanya sinar masuk melalui jendela bidik (view finder), misal sudah tahu 68detik shutter speednya. Gunakan detik jam tangan atau atau HP agar lebih tepat.

8. Check HISTOGRAM, jangan ada daerah “highlight” terpancung. Jika tidak menggunakan Gradual ND, mungkin perlu dilakukan bidikan “bracketing” sehingga daerah “shadow” sampai “highlight” dapat tercakup dalam histogram. Hasil dari bidikan “bracketing” lebih dari satu frame dapat diproses selanjutnya dengan HDR software.

Catatan:

Saat sunset atau sunrise, kita tidak memerlukan Gradual ND yaitu saat tertentu beberapa menit dimana intensitas cahaya diatas horizon (background) SEIMBANG dengan dibawah horizon (foreground).

Tahapan ini adalah tahapan yg umum digunakan pada DSLR kamera dan bisa tidak sama dengan kamera digital system lainnya.
Selamat mencoba dan tetap semangat,

Sad Agus Photography, ©Copyright 2017.

Official website ~ http://sadagus.com

2 thoughts on “Langkah Long Exposure”

    1. Biasanya koefisien gelap filter ND sama dengan yg disebutkan, dalam hal ini ND400, berarti ya 400. Jadi kalau tanpa filter umpama 1/100″ kalau pake ND400, 1/100 x 400= 4secs. Demikian semoga tidak salah, dan lebih baik dicoba langsung aja.

Comments are closed.