Komposisi foto Bentang Alam

Rice field
Leading Line
Bahasa orang “sana” fotografi bentang alam adalah LANDSCAPE PHOTOGRAPHY. Beberapa alternatif komposisi yg dapat membuat foto bentang alam menarik adalah

1. Komposisi “RULE OF THIRD”: sudah sering dibahas, namun saya sendiri kadang terlupa bahwa aturan 1/3 tidak hanya berlaku bagi penempatan horizon, tapi juga pada letak subyek yang menjadi POI (point if interest). Jadi letakkan POI pada 1/3 bagian atas kiri/kanan, atau bawah kiri/kanan.
2. MOVEMENT/MOTION: obyek yg bergerak seperti air, daun, debu atau penari, orang berjalan dapat menjadi POI yang menarik saat kita menggunakan slow shutter speed.
3. LEADING LINE: adalah kesan garis pada elemen didalam foto, bisa lurus, zig-zag, melengkung. Pada dasarnya, kesan garis tersebut menunjukkan pola tertentu dan dapat menjadi POI. Garis-garis batas sawah, kelurusan pohon perkebunan, ray of light matahari dibalik awan, pola aliran sungai, dan lain-lain.
4. NATURE FRAME: frame suatu foto bisa kita buat dg menambah kotak hitam, putih, atau warna lain seperti frame pada umumnya, cobalah berpikir “out of box” bahwa frame bisa saja kita buat langsung saat kita membidikkan kamera, misal air terjun yg dibidik diantara pepohonan, ranting2 yg bisa menjadi “bingkai alam” (nature frame). Banyak sekali trik “nature framing”.
5. REFLECTION: sangat menarik melihat pantulan / refleksi background gunung atau elemen lain pada permukaan danau, atau pantulan sinar matahari pada bidang gedung2 kaca.

Sunrise
Nature Frame
Mari menggali potensi diri kita untuk melihat bentang alam lebih jeli, dengan harapan bisa menjadikan foto lebih menarik, bukan saja foto bentang alam, tapi fotografi dari genre lainnya. Jika ada yg ingin menambahkan silahkan dan ada koreksi silahkan.

Selamat mencoba dan tetap semangat,
Sad Agus Photography, ┬ęCopyright 2017.
Official website ~ http://sadagus.com