Kenapa foto saya tidak bagus?

SAP_4755_small
Pantai Krakal, EXIF: 1.6″, f/11, ISO100, 16mm, RAW single shot on tripod.

Semua pernah mengalami saat kebanyakan hasil bidikan nya dirasa tidak bagus atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini banyak disebabkan oleh sang fotografer, sedikit sekali sebuah foto kurang baik disebabkan oleh faktor peralatan. Dibawah ini saya coba menyebutkan beberapa kesalahan yang SERING terjadi, diantaranya:

  1. SALAH POSISI, sehingga salah arah bidikan nya. Kesalahan dapat diartikan arah (sudut) dan jarak ke subyek nya, cobalah memahami persfektif fotografi. Ingat merubah persfektif bukan mengganti lensa, melainkan berpindahlah posisi secara 3 dimensi yaitu maju / mundur, kanan / kiri, atas atau bawah. Inilah sebabnya mengapa latihan menggunakan lensa fix / prime sangat penting dilakukan.
  2. SALAH KOMPOSISI, sudah banyak “photography composition rule” yang dapat dibaca di internet dan dapat diakses, cobalah mempraktekan rule-rule (aturan-aturan) tersebut hingga paham dan ahli / hafal, sehingga paham kapan digunakan, kapan dilanggar.
  3. OVER EXPOSURE, lebih sering terjadi dibandingkan under exposure. Exposure adalah hal penting dan tidak dapat diabaikan. Gunakan HISTOGRAM di kamera setelah memotret untuk check. Cobalah berhenti sesaat setelah memotret, amati datang nya cahaya, dampak terhadap subyek didalam frame, kemudian lihatlah pola histogram nya.
  4. TIDAK TAJAM / BLUR, karena tidak fokus atau salah fokus, atau shutter speed terlalu lambat saat menggunakan metode “handheld” menyebabkan “shake” / goyang, ingat rumus “shutter speed = 1 / focal length”. Jika lebih lambat dari rumus itu, gunakan tripod, atau duduk, menyandar pada pagar / dinding. Jika perlu naikkan ISO atau buka aperture untuk kompensasi shutter speed.
  5. TERBURU-BURU, cobalah untuk berpikir sejenak dan mengamati jika sedang memotret dimanapun baik untuk street, fashion, portrait, landscape, sport. Lakukan perbaikan saat itu juga, jangan pernah berpikir “nanti gampang di edit”. Jangan terburu men “delete” langsung dari kamera. Setelah pemotretan, download foto-foto dari kamera ke komputer, lakukan backup dan “post processing” jika diperlukan. Jangan terburu-buru hanya karena ingin cepat memposting di media sosial.
  6. OVER PROCESSED, seperti memberikan efek dan perubahan berlebihan, malah menghasilkan hasil foto yang tidak natural, misalnya saturasi, kontras, sharpness, cropping.

TAMBAHAN:

Menurut saya ada etika fotografi yang PENTING dan perlu diketahui kawan-kawan, bahwa satu foto akan berkurang “nilai” nya  atau malah sering tidak mempunyai nilai, karena mengandung faktor SARA, PORNOGRAFI, ROKOK. Inilah yang paling saya ingat dari seorang teman-teman fotografer yang berpengalaman

Tetap semangat dan happy shooting,

Sad Agus Photography, ©Copyright 2018.

Official Website http://sadagus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *