Indoor Low Key Light

Low Key Indoor
Low Key Lighting

Jenis foto “LOW KEY” adalah jenis foto yang mempunyai “tone” gelap atau secara teknis histogram nya menempati lebih dari 50% daerah shadow / gelap (histogram sebelah kiri). Banyak para pemula yang kurang memahami “lighting” dan kesulitan untuk membuat foto “Low Key” yang baik atau hasilnya “TIDAK DRAMATIS”. Untuk mempersingkat tulisan maka tulisan ini akan saya bagi dua (2) yaitu Low Key Lighting Indoor dan Low Key Lighting Outdoor.TEKNIK DASAR, memotret Low Key adalah dengan menyinari subyek / obyek nya dan meminimalkan pencahayaan background yang memang sudah gelap (kain hitam atau kain warna teduh) agar foto yang dihasilkan akan cenderung gelap. Semua bertujuan agar foto Low Key walaupun cenderung gelap namun tetap memperlihatkan detail nya pada subyek nya.

PERALATAN

Selain kamera dan lensa, untuk menghasilkan foto “Low Key” indoor, sangat dianjurkan untuk mempunyai peralatan “lighting” minimal external flash dan background kain gelap. Peralatan tambahan agar maksimal yaitu Soft Box, Reflector, Flash trigger. Jika memang tidak mempunyai peralatan lighting, bisa dengan memanfaatkan cahaya dari jendela atau pintu rumah ke arah subyek.

CARA MEMOTRET Low key indoor

  1. Subyek, bisa berupa foto “portrait” orang atau foto-foto produk close up, still life. Tempatkan subyek dimuka background dengan jarak 1 – 2 meter, jangan terlalu dekat.
  2. Letakkan background gelap, bisa berupa kain hitam atau warna teduh. Jika tidak ada, manfaatkan salah satu bagian ruangan gelap, misal pojok-pojok ruangan yang cenderung tidak disinari oleh matahari dari jendela atau pintu.
  3. Sumber cahaya utama (Key Light) bisa dari arah depan atas subyek, samping diagonal (kiri atau kanan samping), dengan posisi yang dekat dengan subyek agar bisa menghindari penyinaran ke background. Begitu pula jika memakai “natural light” berupa sinar jendela atau dari pintu, usahakan sinar jatuh pada subyek saja. Sehingga posisi memotret bisa dari arah tegak lurus sinar.
  4. Fill Light, atau cahaya sekunder adalah sumber cahaya tambahan yang intensitas nya lebih kecil dari “Key Light” yang berfungsi agar detail subyek bisa terlihat dengan baik. Untuk menghasilkan fill light, bisa dengan flash kedua yang diletakkan, posisi berlawanan dengan Key Light, agak jauh dengan subyek, kekuatan lebih kecil, atau dapat menggunakan reflector (kain putih) yang diletakkan berlawanan dengan “Key Light”, sehingga sinar “Key Light” akan memantul pada reflector mengenai subyek disisi lain. Jika kita tidak menggunakan “Fill Light”, maka akan terlihat kualitas foto “Low Key” yang kurang baik karena kehilangan sebagian detail subyek nya.
  5. Bagi pengguna external flash yang dilengkapi trigger, maka pahami tentang bagaimana setting kamera dengan “flash light”. Rule of thumb nya adalah “Shutter Speed” adalah fungsi untuk mengatur dari cahaya yang ada (tanpa flash), “Aperture” lensa adalah fungsi untuk mengatur dari Depth of Field dan kekuatan flash. ISO adalah intensitas cahaya secara keseluruhan.
IND_4297_small
Low Key Light, EXIF: 1/250″, f/8, ISO200, 25mm, One light + Reflector

Contoh foto diatas (foto kamera, flash dan laptop, dengan alas kain hitam) adalah menggunakan KEY LIGHT satu flash dari arah bagian atas foto, dengan kekuatan ½ dari full power, jarak kira-kira 1 meter ke subyek, sedangkan FILL LIGHT saya gunakan reflector (aluminium foil) diletakkan miring dari kanan bawah foto, sehingga bagian gelap kamera bisa terlihat detailnya.

EXIF:

Shutter speed: 1/250” (dari hasil coba-coba shutter speed ini cukup menggelapkan background dan sesuai dengan kekuatan ½ flash)

Aperture: f/8 (saya memakai lensa Carl Zeiss 2.8/25mm distagon, dimana f/8 adalah “sweet spot” dari lensa ini, tambahan saya ingin DOF mencakup semua subyek dan tetap memperlihatkan detail dari keyboard laptop).

ISO200: sudah cukup menghasilkan foto LOW KEY setelah memotret dan check histogram pada kamera.

CATATAN:

Seperti biasa, artikel ini tidak harus persis diikuti, hanya sebagai pedoman saja. Hasil akhir tergantung dari setting dan persiapan kita. Semakin sering kita latihan, akan semakin tajam mata kita untuk menghasilkan foto yang baik. Banyak berlatih berarti banyak menekan shutter kamera dengan berpikir dan membayangkan hasil sebelumnya.

LOW KEY LIGHTING OUTDOOR.

Ini adalah bagian KEDUA dari tips memotret LOW KEY, setelah bagian pertama LOW KEY indoor. Memotret Low Key outdoor merupakan tantangan sendiri. Karena kita harus mencari scene dg background relatif gelap, sementara subyek sebagai Point of Interest tetap jelas terlihat dengan sumber sinar yang ada (natural light).

Beberapa caranya bisa:

  1. Light Trap, adalah cara dimana kita melihat sinar yang mengenai subyek yang terisolasi, misalnya orang berjualan di pasar yang terkena sinar sementara background tidak terkena sinar atau relatif lebih gelap, tempat-tempat ini bisa kita lihat asalkan kita JELI. Misalnya di gang-gang pasar, atau depan sebuah warung, jendela / pintu rumah, dll.
  2. Low Light Scene, misalnya foto-foto bentang alam, perkotaan disaat sore/ malam hari atau di pagi buta, dimana lampu-lampu dapat memperlihatkan detail gedung-gedung, jembatan, pola jalan, dengan background langit yang hampir gelap. Bentang alam seperti seascape, pantai, air terjun, sungai saat “blue hours” juga bagus untuk dijadikan foto Low Key, gunakan ND filter pekat (nilai ND tinggi) dikombinasikan cara long exposure, niscaya akan menghasilkan foto hitam putih istimewa.
  3. Outdoor Flash Portrait, foto-foto fashion, model atau human interest outdoor dalam keadaan masih sore atau pagi dimana sudah ada matahari dapat dilakukan foto “Low Key” lighting dengan memanfaatkan teknologi flash modern yaitu HSS (High Speed Sync). Caranya dengan melakukan setting manual mode pada kamera dengan kecepatan tinggi (lebih tinggi dari 1/1000″), sehingga background nya bisa menjadi gelap / under exposure, sementara flash HSS diarahkan ke subyek nya.

Itulah sekedar tips sederhana dari saya, semoga bermanfaat dan jika ada tambahan / koreksi dari kawan2; silahkan cantumkan di komentar.

LSC_4392_1200
Outdoor LOW KEY

Contoh foto diatas:

Ini adalah foto seorang Nenek suku Sasak, Lombok; yang sedang duduk dipinggir rumahnya. Saat itu sinar memantul dari kain tenun (barang dagangannya) didepan bawah beliau mengenai mukanya. Sementara background nya adalah gubug bagian dalam yang lebih gelap. Beliau berumur hampir 100 tahun, namun tetap sehat. Pandangannya “dingin” namun tetap ramah.

Jika ada pertanyaan, silahkan dicantumkan di komentar, semoga saya atau kawan2 lain bisa menjawab. Begitupun jika ada koreksi dan tambahan, silahkan bebas mengomentari dengan tetap menjaga sopan santun ber sosial melalui media ini.

Sad Agus Photography, ©Copyright 2018.

Official Website ~ http://sadagus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *