High Speed Sync

High Speed Sync

Flash Synchronization

High Speed Sync adalah teknologi flash yg diterapkan bagi kamera DSLR Modern agar flash (speedlight) mampu memberikan pencahayaan pada foto dengan kecepatan diatas Native flash speed (lebih cepat 1/250). Sebelum berbicara tentang “High Speed” synchronization, ada baik nya mengetahui tentang FLASH SYNCHRONIZATION (flash sync), yaitu penyesuaian kemampuan flash / speedlight berdasarkan dari Native shutter speed kamera DSLR, yaitu 1/200″ atau 1/250″, dimana native shutter speed ini dapat kita jumpai? Cobalah masuk ke menu kamera anda (Nikon) > menu > shooting menu > flash > speed, maka disitulah speed berapa yang akan kita gunakan saat menggunakan flash.

Cara kerja Flash Sync ini, lebih kurang adalah sebagai berikut; saat tombol shutter speed ditekan maka jendela depan (front curtain) didalam kamera akan membuka, kemudian flash akan menyala, diikuti jendela belakang (rear curtain) dengan rentang waktu 1/250″ (native flash speed) dan kemudian akan menutup kembali. Kemampuan flash standard adalah memberikan “kedipan” 1/250 detik tersebut, jika kamera menggunakan kecepatan lebih dari native shutter speed (1/250″), misal 1/1000″, 1/2000″, dst; maka yang akan terjadi adalah hasil foto dengan garis bar hitam, yaitu garis rekaman dari curtain /pintu jendela sensor, akibat dari terlambatnya sinar flash yang masuk dibanding kecepatan shutter kamera.

High Speed Sync (HSS)

HSS adalah Teknologi flash/speedlight terbaru dan dapat diterapkan pada kamera DSLR terbaru. Sehingga penerapan teknologi ini seharusnya dapat digunakan bagi yang memiliki flash/speedlight dan kamera DSLR yang mendukung HSS. Cara kerja Flash teknologi ini adalah melakukan beberapa kedipan berupa signal / pulse yg sangat cepat, sehingga saat pintu (curtain) shutter depan dan belakang saat bergerak, flash HSS mampu memberikan cahaya pada setiap bukaan jendela (curtain) tersebut

Mengapa menggunakan HSS?

Lighting yang berdampak pada exposure suatu foto adalah faktor penting, sehingga dalam keadaan tidak normal, seperti memotret scene backlit, action atau macro sering terkendala subyek yang terlalu gelap (under exposure) dibanding background, padahal setting kamera membutuhkan kecepatan diatas flash native shutter speed (lebih tinggi/cepat dari 1/250″). Contoh nya adalah foto saya dibawah ini, dimana saya memotret hiasan bunga. Foto dibawah adalah tanpa flash dengan kecepatan 1/6400″, f/4, ISO200. Saya menginginkan background tetap terlihat langit biru dan blur (efek bokeh, DOF sempit), tapi ternyata subyek bunga nya menjadi gelap, jika saya tidak mempunyai flash HSS dan hanya menggunakan flash standard hanya terbatas mampu menerangi subyek dengan kecepatan 1/250″, akibatnya saya harus mengecilkan bukaan aperture lensa saya mungkin sampai f/22 dan tidak akan menghasilkan efek bokeh.

MCR_4224_small
Foto bunga tanpa flash, EXIF 1/6400, f/4, ISO200

Dan jika saya memaksakan flash standard dengan kecepatan shutter speed 1/6400″, maka yg terjadi adalah foto nya akan meperlihatkan garis / bar hitam.

Nah dibawah ini, saya menggunakan flash dengan HSS, perhatikan subyek bunganya terlihat jelas dengan background yang jelas juga, setting kamera sama 1/6400″, f/4, ISO200.

MCR_4223_small
Foto bunga dengan flash HSS, EXIF 1/6400, f/4, ISO200

Cara Setting kamera dan flash HSS

Syaratnya adalah kamera DSLR, mirrorless yg harus mendukung HSS dan flash yang mendukung HSS, flash yang mendukung HSS bisa flash built-in atau flash external. Cobalah pelajari buku manual kamera anda dan buku manual flash, dimana menu kontrol flash untuk High Speed Sync. Berikut adalah contoh menu kamera DSLR Nikon untuk merubah settingnya agar dapat menggunakan HSS.

IMG_0138_small
Shooting Menu dari Nikon DSLR
IMG_0139_small
Flash sync speed
IMG_small
Klik pada maximum speed dan tanda bintang *

Foto menu Flash external Nikon untuk HSS.

IMG_0137_small
Flash Nikon SB800, tekan tombol “Mode” untuk mengganti agar mendukung HSS, tandanya adalah munculnya tulisan “FP” pada layar flash.

Catatan:

Bagi pengguna flash external dan memakai flash trigger dari merek third party (Godox, Yonginou, dll), pastikan sudah mendukung HSS.

Jika ada kekurangan, kesalahan dalam tulisan ini mohon memberikan koreksi atau tambahan di kolom komentar. Selamat mencoba dan happy HSS.

Sad Agus Photography, ©Copyright 2017

Official Website http://sadagus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *