Metering Kamera Digital

Metering-Modes
Mode Metering

Apakah metering itu?

Metering adalah istilah pengukuran exposure / tingkat cahaya pada kamera digital, sehingga kamera dapat menentukan kecepatan rana (shutter speed), diafragma lensa (aperture) dan ISO (sensivity) secara otomatis, yang tergantung dari intensitas cahaya yang diterima oleh sensor kamera. Metering kamera digital adalah jenis “Reflected” metering, yaitu pengukuran cahaya yang memantul dari obyek yang terlihat melalui lensa kamera, jadi sebenarnya bukanlah pengukuran cahaya sebenarnya. Jenis metering yang kedua adalah “Incident” metering adalah pengukuran cahaya yang diukur langsung pada obyek yang terkena cahaya, jadi jenis pengukuran kedua ini adalah pengukuran intensitas cahaya yang sebenarnya, sering disebut juga “true metering”. Dapat menggunakan alat pengukur portable yang disebut light meter. Continue reading “Metering Kamera Digital”

Mempunyai Website Pribadi

My website

Dalam satu minggu terakhir, saya memperbarui halaman website resmi pribadi saya. Perubahan nya meliputi:

  1. Bersih dan sederhana, saya mempertahankan tampilan “slideshow” 10 foto yang saya anggap terbaik, dibawahnya ada tiga (3) bagian yaitu bagian blog, portfolio dan extra site dg icon sederhana namun menarik.
  2. Memperbanyak link, bagian portfolio saya bagi menjadi beberapa link ke halaman portfolio foto di microstock, flickr dan 500px, selain itu saya juga menambahkan portfolio video saya yg ada di shutterstock dan youtube.
  3. Di halaman “extra”, saya menambahkan dua link yaitu halaman presentasi tentang “travel photography” dan halaman silsilah keluarga Seno Atmodjo.

Continue reading “Mempunyai Website Pribadi”

Kekurangan para “Pemula”

Membaca
Membaca

Tanpa merendahkan kawan2 yg masih pemula, sebaliknya saya ingin berbagi beberapa hal yg mungkin bisa hindari agar hasil jepretan kawan2 lebih baik. Dalam tulisan ini, saya coba utk melihat baik kekurangan dan kesalahan dari kebanyakan kita (termasuk saya) dalam fotografi, antara lain:

Continue reading “Kekurangan para “Pemula””

Langkah Long Exposure

Pantai Watubolong
EXIF: 14mm, 67″, f/8, ISO100, RAW single shot on tripod.

Long exposure photography maksudnya memotret bentang alam dengan menggunakan shutter speed yg cukup lama, sehingga menghasilkan efek “motion” obyek yg bergerak menjadi halus dan menarik, misalnya permukaan air laut, air terjun, air mancur, awan, letusan gunung, dll.
Continue reading “Langkah Long Exposure”

Mengapa “Sunrise” LEBIH BAIK dari “Sunset”

Bromo
Mount Bromo Sunrise ~ EXIF: 35mm, 1secs, f/16, ISO100 @ 5.36AM.

Banyak kawan-kawan “Landscaper” suka foto “sunset”; mungkin lebih banyak foto-foto “sunset” ketimbang “sunrise”, karena memang bangun diawal pagi buta membutuhkan tekad dan semangat yang tinggi; saat “sunrise” LEBIH BAIK dibanding sunset.

Continue reading “Mengapa “Sunrise” LEBIH BAIK dari “Sunset””

Mengembangkan pola pikir fotografi bentang alam

Temple Sunset
Misty Religious Morning

Fotografi bentang alam (Landscape photography) adalah salah satu genre fotografi yang menantang sekaligus genre yang mudah menjadikan cepat putus asa. Menjadi fotografer bentang alam yang mumpuni dan handal, membutuhkan waktu yang panjang dan kerja keras. Bukan saja melulu soal komposisi, tapi lebih jauh dari itu yaitu pola pikir (Mindset). Continue reading “Mengembangkan pola pikir fotografi bentang alam”