Pengaruh & Perbandingan Konversi foto warna ke hitam putih

Article Cover
Pengaruh konversi foto warna ke hitam putih

Saya akan coba berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang konversi foto berwarna ke foto hitam putih. Tulisan ini bersifat “Teknis” dan “Dasar”. Mengingat tulisan ini panjang, maka saya akan bagi menjadi tiga bagian; yaitu: BAGIAN PERTAMA adalah Pengaruh dan Perbandingan METODE konversi dengan Adobe Camera Raw dan Adobe Photoshop. BAGIAN KEDUA adalah panduan dasar memotret hitam putih dengan kamera digital. BAGIAN KETIGA: Post processing – konversi digital foto berwarna ke foto hitam putih. Continue reading “Pengaruh & Perbandingan Konversi foto warna ke hitam putih”

Mempersiapkan cetak foto di Photoshop

PS_interface
Processing before printing

Mencetak foto dalam ukuran besar diatas kertas foto didasarkan beberapa alasan, mengapa kita perlu mencetak foto hasil bidikan kita, berikut adalah beberapa alasan diantaranya: Continue reading “Mempersiapkan cetak foto di Photoshop”

Adobe Photoshop CC Tips

72d40a44665625.581b167143ab9

Rasanya tidak semua bisa saya ingat, itulah gunanya kenapa saya tulis tahapan langkah-langkah beberapa cara memproses foto di Adobe Photoshop CC, tujuannya agar foto bisa lebih menarik. Continue reading “Adobe Photoshop CC Tips”

Metering Kamera Digital

Metering-Modes
Mode Metering

Apakah metering itu?

Metering adalah istilah pengukuran exposure / tingkat cahaya pada kamera digital, sehingga kamera dapat menentukan kecepatan rana (shutter speed), diafragma lensa (aperture) dan ISO (sensivity) secara otomatis, yang tergantung dari intensitas cahaya yang diterima oleh sensor kamera. Metering kamera digital adalah jenis “Reflected” metering, yaitu pengukuran cahaya yang memantul dari obyek yang terlihat melalui lensa kamera, jadi sebenarnya bukanlah pengukuran cahaya sebenarnya. Jenis metering yang kedua adalah “Incident” metering adalah pengukuran cahaya yang diukur langsung pada obyek yang terkena cahaya, jadi jenis pengukuran kedua ini adalah pengukuran intensitas cahaya yang sebenarnya, sering disebut juga “true metering”. Dapat menggunakan alat pengukur portable yang disebut light meter. Continue reading “Metering Kamera Digital”

Memahami WHITE BALANCE

White Balance
White Balance Button
Cahaya dan Warna

Fotografi adalah memahami cahaya, yang dimaksud disini bukanlah kualitas tapi lebih kearah warna apa yang dikeluarkan oleh sumber cahaya, warna cahaya ini biasa disebut “Color Temperatures”. Warna “sinar matahari siang” dianggap sebagai standard / patokan sebagai “Color Temperature” yang “Normal”. Warna cahaya lampu meja lebih “orange” atau “kemerahan” yang lebih dikenal dengan warna “lebih hangat” (Warmer) atau “Hot” (panas). Sedangkan lawannya, warna cahaya lebih “kebiruan” yang dikenal dengan warna “lebih dingin / teduh” (Cooler), misalnya lampu neon. Continue reading “Memahami WHITE BALANCE”

Color Contrast

duck face
Duck face

Salah satu elemen foto agar menarik dan bagus adalah memahami “color contrast”. Color contrast dalam suatu foto didasarkan pada “Color Circle Systems”. Sistem warna ini menunjukkan jika warna yang ‘berlawanan’ akan menunjukkan kontras yang tinggi, Hijau lawan nya Merah, Biru lawannya Orange, Kuning lawannya Purple (lihat gambar dibawah). Continue reading “Color Contrast”

SUNNY 16 RULE

SUNNY 16 RULE
Rule artinya aturan, kalau saya lebih cenderung menyebutnya “Rule of thumb” atau RUMUS PINTAR untuk patokan agar kita lebih mudah mengingat nya. Dalam fotografi di jaman orang masih menggunakan kamera analog (35mm film), sistem metering, focusing di kamera masih tidak secanggih saat ini. Maka beberapa orang yang “jeli” dan “tekun” mempelajari bagaimana memotret secara efektif agar EXPOSURE nya tepat di saat cuaca cerah (Sunny). Maka muncullah, rumus pintar Sunny 16 rule, yaitu penggunaan bukaan diafragma f/16 disaat cuaca cerah (sunny) yaitu dengan rumus SHUTTER SPEED = 1 / ISO. Penerapannya yaitu sebagai berikut, jika diluar cuaca cerah (sunny) dan kita ingin memotret maka yang perlu dimengerti adalah dengan setting kamera f/16 dan ISO 200, maka shutter speednya yang tepat adalah 1/200secs. Bagaimana jika cuaca berawan, mendung, sore hari, sunset, malam? Maka kita sudah tidak bisa menerapkan lagi “Sunny 16 Rule” lagi, dengan kata lain maka kita harus “melanggar” nya, tapi dengan terus menjaga agar exposure tetap normal, yaitu dengan ketentuan tabel dibawah.

Continue reading “SUNNY 16 RULE”

BERSAMA NIKON D800


Nikon D800

Awal tahun 2012, Nikon menandai tahun suksesnya dengan meluncurkan produk kamera DSLR barunya yaitu Nikon D800. Kamera ini banyak mengejutkan dan sekaligus memberikan kabar gembira bagi dunia fotografi, pasalnya kamera besutan perusahaan kamera raksasa ini, yg sejak merambah dunia digital; mengeluarkan Nikon D800 dengan spesifikasi 36 Megapixel, full frame dengan dilengkapi Videografi 1080p 30fps. Nikon sebagai Produsen Kamera DSLR kelas dunia, yang sejak dulu mempertahankan megapixel rendah dengan tetap menjaga IQ (Image Quality) tinggi dan noise yg rendah, agak nya mulai terbangun dan menyadari akan pentingnya jumlah pixel bagi para konsumer “High Quality Printing”, dan mampu masuk dalam posisi alternatif dari fotografi medium format; yg relatif harga kameranya masih tinggi sekali, utk saat ini bisa mencapai ratusan juta rupiah. Continue reading “BERSAMA NIKON D800”

AF Fisheye-Nikkor 16mm f/2.8D

lensa mata ikan
Pantai Klayar denga lensa FISHEYE

Sudah lama tertarik dengan foto panorama bentuk Fisheye, tapi baru kemarin aku beli lensa Fisheye dari Nikon ini nama resminya: “AF Fisheye-Nikkor 16mm f/2.8D”. Beli di toko kamera “Gudang Digital” Jogja, sebelumnya test dulu di toko, hasilnya luar biasa unik… sebelumnya juga pernah coba dengan fish eye merk Samyang 8mm f/2.8; sayang nya lensa ini jenis DX crop; jadi kalau untuk Nikon D3 ada vignette hitam disekeliling foto. Continue reading “AF Fisheye-Nikkor 16mm f/2.8D”

Digital Photography Cahaya Rendah

Pertama mencoba untuk ambil foto landscape, saya cukup tertarik pada fotografi landscape dg intensitas cahaya rendah (low light); karena saya menganggap nya mempunyai nuansa yg menarik dan mengejutkan. Terutama pada exposure dengan waktu yg panjang , seperti pada foto-foto landscape sunset di sore hari atau sunrise saat subuh / pagi hari.

Fotografi landscape dg intensitas cahaya rendah, menggunakan teknik fotografi yg sama dengan disiplin fotografi lainnya; dimana teknik dasar tetaplah harus diperhatikan yaitu perekaman cahaya pada sensor suatu kamera. Dengan pengertian tersebut, maka dapat kita mulai dengan penggunaan aperture (bukaan diafragma lensa) besar (f1.8- f2.0) akan mengakibatkan kecepatan shutter yg relative tinggi. Begitu pula pada penggunaan ISO yang tinggi maka makin sensitive sinar yang ditangkap oleh sensor. Dasar-dasar fotografi inilah, yang membawa pemahaman kita bahwa semakin rendah intensitas cahaya, semakin lama waktu exposure (slow speed shutter) yg dibutuhkan, sehingga pentingnya tripod – sebagai salah satu alat pendukung yang penting.

Untuk mendapatkan waktu exposure (shutter speed) yang panjang, maka kita membutuhkan bukaan diafragma atau aperture yang kecil (misalnya f22), semakin kecil aperture ini akan menambah “depth of field”. Sederhana bukan?! Hanya teknik dasar fotografi .
Menurut pemikiran saya dan berdasar pengalaman saya, fotografi dg intensitas cahaya rendah (low light digital photography) adalah mudah dan sesuatu yg menarik dalam memulai fotografi landscape. Dengan rendah nya kecepatan shutter maka anda dapat melakukan beberapa pengambilan foto yg menarik, misalnya efek garis sinar – sinar mobil di jalan raya dimalam hari, hujan meteor di angkasa, garis lengkung bintang-bintang dan banyak lagi.

From Blogger Pictures

Teknik Pengambilan Foto
Yang anda perlukan untuk menghasilkan fotografi intensitas rendah ini hanyalah sebuah kamera digital, tripod dan remote shutter / kabel; mungkin dg teknik menggunakan shutter timer otomatis untuk mengurangi guncangan kamera saat pengambilan. Untuk memulainya, biasanya kita dapat mencoba beberapa pengambilan dg setting kamera Aperture Priority, menggunakan ISO 100 atau ISO 200 (serendah mungkin), hindari penggunaan ISO booster (Low – 0.5, -1) karena biasanya booster ISO ini sifatnya ‘memaksakan’ sensor untuk menerima cahaya rendah, sehingga hasilnya tidak akan optimal. Kemudian set aperture pada f22 atau sedikit lebih rendah (ingat semakin redah nilai aperture ini semakin besar depth of field yg kita dapatkan); mungkin dengan setting tersebut kecepatan shutter dapat mencapai 5, 10 atau 20 detik; ini tergantung kondisi cahaya saat itu. Dengan melakukan percobaan ini, maka kita dapat melihat hasi mana yg paling baik untuk kamera dan lensa yg kita gunakan tersebut.

Mode shutter “Bulb”
Terkadang pengukuran shutter amatlah rendah karena kondisi cahaya yg sangat sedikit, maka kita menggunakan Speed shutter “Bulb” yaitu lebih lambat dari 30 detik (setting kebanyakan kamera untuk shutter speed terendah adalah 30 detik). Jika hal ini terjadi, gunakan lah pengukur waktu atau anda dapat memperkirakan dengan hitungan anda sendiri. Yang perlu anda ingat adalah semakin panjang exposure yg dilakukan akan menghasilkan foto digital dengan ‘noise’ yg tinggi, khususnya pada daerah-daerah yg gelap.

From Blogger Pictures

Perhatikan Situasi Sekitar
Terkadang pemakaian tripod tidak diperbolehkan dibeberapa tempat umum, misalnya didalam gedung-gedung pemerintahan, museum atau acara-acara khusus.Maka tanyakan pada pihak yg berwenang sebelum anda melakukan sesi pemotretan. Gerakan air terjun, air mancur, atau air sungai dapat merupakan obyek yg terlihat bagus untuk teknik ini, cobalah juga untuk merubah dan mencoba setting “white balance”. Untuk hal yang terakhir ini, sebetulnya white balance bisa anda ganti dan rubah pada saat anda melakukan post processing pada RAW file nya.

Latihan…!
Latihan, latihan dan latihan….! Adalah kunci untuk menghasilkan foto yang spektakuler dan indah, sekaligus mengenal peralatan fotografi anda sendiri. Jangan merasa takut dan khawatir akan hasil foto yg jelek, tanpa hasil yang jelek bagaimana kita dapat melihat hasil yang baik?

Matikan lampu dan komputer anda. Ambil kamera dan tripod anda; berangkatlah sekarang dan ambil fotografi malam…! Selamat berlatih dan hunting…! Semoga bermanfaat.
Sad Agus